Sikap yang salah tentang uang…

duitIni merupakan catatan singkat yang diambil dari Spririt Handbook, mengajak kita mereview sejenak tentang sikap kita terhadap uang yang akan mempengaruhi bagaimana cara kita memandang uang, bagaimana kita mencarinya dan bagaimana pula kita akan menggunakannya.  Jika kita memiliki sikap yang benar tentang uang, maka uang akan menjadi alat yang baik, sebaliknya jika sikap kita salah, maka uang akan menjadi musuh yang berbahaya. Berikut ini adalah beberapa sikap yang salah tentang uang, yang perlu kita perhatikan agar kita menjadi bijak.

 

  1. Membenci Uang

Ada yang merasa lebih berbahagia dengan kemiskinan daripada menjadi kaya. Merasa menjadi lebih rohani jika hidup dalam kemiskinan, sebaliknya merasa duniawi jika menjadi kaya raya. Tentu saja sikap ini sikap yang salah. Kaya atau miskin tidak bisa dijadikan ukuran kehidupan rohani seseorang. Lagipula uang itu sendiri sebenarnya adalah alat yang netral, bisa menjadi baik atau jahat tergantung bagaimana sikap orang yang menggunakannya.

 

  1. Mencintai Uang

Membenci uang adalah sikap yang keliru. Demikian juga jika kita mencintai uang adalah sikap yang sama buruknya. Cinta akan uang hanya akan membuat prioritas hidup kita bergeser. Tuhan akan menjadi prioritas yang kesekian. Keluarga menjadi terabaikan. Anak-anak menjadi kurang perhatian, karena seluruh waktu kita hanya tersita untuk mencari uang semata. Bahkan kita bisa melakukan sesuatu yang ujung-ujungnya merusak kehidupan kita sendiri hanya karena terobsesi dengan uang.

 

  1. Memanjakan diri secara berlebihan.

Kita memiliki sikap yang salah tentang uang jika memanjakan diri secara berlebihan adalah gaya hidup kita. Bayangkan sederet akibat yang akan muncul jika kita tidak bisa mengelola uang kita. Bisa-bisa kebiasaan kita untuk memanjakan diri membuat kita miskin, hidup dalam kekurangan, terlilit hutang, bahkan akibat-akibat buruk yang lain.

 

  1. Menghemat terlalu berlebihan.

Menghemat itu bijak, tapi kalau itu sudah berlebihan menjadi pelit namanya. Memanjakan diri secara berlebihan itu keliru, tapi pelit juga tak kalah buruknya. Anehnya sikap pelit ini kadangkala tidak hanya ditujukan kepada orang lain, terhadap keluarganya sendiri atau bahkan terhadap dirinya sendiri pun ia sangat pelit. Ini adalah orang yang sangat malang, memiliki kekayaan tapi tak memiliki kuasa untuk menikmatinya. Apa gunanya memiliki kalau tidak bisa menikmati?

 

  1. Hutang menjadi jalan keluar.

Selama kita memiliki kemampuan untuk membayar dan selama kita sadar bahwa berhutang bukan karena konsumtif tapi karena keperluan bisnis, hutang sebenarnya boleh-boleh saja. Menjadi keliru jika kita mengganggap hutang sebagai jalan keluar. Apalagi kita berhutang hanya karena keperluan konsumtif belaka. Siap-siaplah ritme hidup kita kacau berantakan karena lilitan hutang, lebih parah lagi jika kita hutang dengan rentenir dengan bunga yang mencekik. Bisakah Anda membayangkan harus gali lobang dan tutup lobang karena melihat hutang sebagai jalan keluar? Milikilah sikap yang benar tentang uang! (std1)

 





    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s


  • Recent News

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.


%d blogger menyukai ini: