Bijak dan Cerdas Mengelola Keuangan Keluarga

Keributan yang kerap kali terjadi dalam sebuah keluarga, sedikit banyak disebabkan karena masalah keuangan. Ketika kebutuhan menuntut untuk segera dicukupi sementara uang sudah habis, saat itulah keributan mulai terjadi. Ironisnya, ini semua bukan disebabkan karena penghasilan yang sedikit, tapi justru disebabkan karena pengelolaan keuangan keluarga yang sedemikian buruk. Tips-tips berikut mungkin akan berguna dan membantu Anda.Keuangan keluarga sebaiknya bersifat terbuka. Jika suami isteri saling jujur dan terbuka soal uang, maka pengelolaan keuangan keluarga bisa diatur dengan baik dan dibicarakan bersama-sama. Selain itu, membicarakan keuangan keluarga secara terbuka dan bersama-sama akan menghindarkan keributan di kelak kemudian hari.

Bijak memahami kebutuhan. Ada kebutuhan yang memang sangat mendesak dan penting, namun ada juga kebutuhan yang tidak penting dan tidak mendesak. Sudah seharusnya kita mendahulukan lebih dulu mana kebutuhan yang benar-benar penting dan mendesak. Cukupi lebih dulu kebutuhan primer keluarga, menyusul kemudiaan kebutuhan sekunder, baru kebutuhan yang sifatnya pleasure (kesenangan) belaka.

Buatlah anggaran belanja disertai skala prioritas. Anggaran belanja bulanan keluarga akan sangat membantu kita untuk mengalokasikan uang yang kita miliki. Dengan menyusunnya berdasarkan skala prioritas, maka kebutuhan yang penting dan mendesak dalam keluarga akan tercukupi. Keributan pun tak perlu terjadi.
Menabung dan melakukan investasi. Uang yang dialokasikan untuk menabung sudah seharusnya masuk dalam perencanaan keuangan keluarga. Kebiasaan menabung akan sangat membantu jika kebutuhan-kebutuhan tak terduga tiba-tiba muncul. Selain menabung, alangkah baiknya jika kita bisa menyisihkan keuangan kita untuk melakukan investasi yang pada akhirnya akan memberikan tambahan penghasilan bagi kita.

Jangan membeli barang yang tidak perlu. Jangan emosi jika kita melihat promosi yang menggiurkan, apalagi dengan diskon yang sangat besar, mengingat bahwa barang tersebut sebenarnya tidak kita butuhkan. Jika kita nekat membelinya hanya karena imin-iming diskon, maka pengaturan keuangan keluarga menjadi kacau. Selain itu, membeli barang yang tidak kita butuhkan hanya akan membuat isi rumah kita terlihat makin sesak saja.

Hati-hati dengan kartu kredit. Sah-sah saja jika kita ingin mengikuti trend atau mode yang sedang ramai dibicarakan. Namun hendaknya kita perlu hati-hati, apalagi kartu kredit dengan plafon yang besar sangat menggoda untuk kita segera menggeseknya. Memang nikmat saat belanja dengan kartu kredit, namun kalau tidak bijak Anda bisa terjebak akan bahaya kartu kredit. Anda akan pusing tujuh keliling dan sengsara saat harus membayar tagihan, apalagi kalau jumlah itu diluar batas kemampuan kita. Batasilah penggunaan kartu kredit kita setiap bulannya. Dengan demikian keuangan keluarga tidak menjadi berantakan gara-gara kartu plastik yang kita miliki.




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s


  • Recent News

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.


%d blogger menyukai ini: